Beranda Daerah Lampung 4 Kabupaten Kota Tidak Bisa Ikut Ajang Tari Kreasi LKF

4 Kabupaten Kota Tidak Bisa Ikut Ajang Tari Kreasi LKF

204
Foto: Bowo/suaratrans.com

Suaratrans.com, BANDARLAMPUNG – Sebanyak sebelas kabupaten/kota di Lampung bakal bertarung untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Tari Kreasi dan Lagu Daerah, mulai tanggal 26-27Juli 2019.

Ajang Tari Kreasi dan Lagu Daerah ini merupakan rangkaian kegiatan dari perayaan Lampung Krakatau Festival (LKF) 2019, yang bakal belangsung hingga 25 Agustus 2019.

Kepala Dinas Pariwisata Qodratul Ikhwan melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Ratna Kusumaningrum sebagai ketua pelaksana mengatakan, tahun ini ada sebelas kabupaten kota yang ikut meriahkan ajang tari kreasi dan lagu daerah. Empat kabupaten/kota terpaksa tidak bisa ikut memeriahkan salah satu rangkaian kegiatan Festival Krakatau 2019 ini.

Baca Juga:  Nasabah Bank BRI Unit Simpang Pematang, Keluhkan Oknum Petugas Customer Service

“Tahun ini yang ikut ada sebelas kabupaten/kota. Metro, Waykanan, Tanggamus, Pesawaran yang tidak bisa ikut ajang tari kreasi ini,” kata dia, Rabu (24/7/2019).

Dia menjelaskan, untuk ajang tari kreasi dan lagu daerah ini bakal di gelar di gedung teater tertutup, Taman Budaya, Bandarlampung. Kegiatan ini bakal berlangsung selama dua hari, tanggal 26 hingga 27 Juli 2019.

“Untuk penilaiannya ada beberapa kategori. Nantinya akan di ambil masing-masing penampil terbaik yang akan di ikut sertakan diajang lomba diTaman Mini, Jakarta,” kata dia.

Lampung Krakatau Festival merupakan salah satu perhelatan kebudayaan unggulan dari Provinsi Lampung. Festival yang rutin diadakan setiap tahun ini merupakan parade kebudayaan yang mengangkat kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki Lampung. Selain itu, perhelatan ini juga menjadi ajang promosi potensi pariwisata yang dimiliki setiap kabupaten dan kota yang ada di Lampung.

Baca Juga:  Jamur Raksasa Hebohkan Warga Desa Adi Luhur

Festival yang diramaikan dengan karnaval, atraksi seni tradisional, pameran, dan berbagai lomba ini mulai diadakan sejak tahun 1990. Dalam perjalanannya, terdapat banyak variasi yang dilakukan. Karenanya, dari tahun ke tahun, terdapat perbedaan pada konten acara yang ditampilkan. Bagian acara yang selalu mendapat perhatian besar adalah karnaval karena melibatkan partisipasi dari semua lapisan masyarakat. (BOWO)