Beranda Hukum Biadab! Anak Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

Biadab! Anak Penggal Kepala Ayah Kandung Hingga Putus

177

LAMPUNG TENGAH (Suaratrans.com) – Seorang anak kandung di Kabupaten Lampung Tengah, tega membunuh ayah kandungnya.

Korban yang diketahui bernama Slamet, warga Kampung Sendang Rejo, Kecamatan Sendang Agung, Lampung Tengah itu, dibunuh dengan cara dipenggal kepalanya hingga putus.

Peristiwa ini viral baik melalui video maupun foto dan beredar di grup WhatsApp maupun platform media sosial,  Senin (22/3/2021)  malam.

Dalam rekaman video amatir yang berdurasi 28 detik yang beredar, tampak tubuh korban yang bersandar di kursi dengan darah berceceran.

Selain itu juga beredar foto potongan kepala korban yang terjatuh di lantai.

Pada foto lainnya, terlihat juga seseorang pria yang diduga pelaku duduk di tanah memakai peci, berbaju baju kaos dengan celana pendek dengan tangan terborgol kebelakang dan kakinya terdapat darah diduga darah korban.

Baca Juga:  Polda Lampung Tangkap Pelaku Pembunuhan Di RSUD Dadi Tjokrodipo

Berdasarkan keterangan KS selaku warga setempat, bahwa pembunuhan tersebut dilakukan oleh anak korban yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Pelaku sebenarnya pernah diruqyah, sudah diobati kemana-mana namun tidak kunjung sembuh,” kata KS saat dikonfirmasi via telepon, Senin (22/3/2021) malam.

Yang kami dengar, lanjut KS, pelaku pernah memaksa minta dibelikan  motor kepada korban.

” Tapi korban bilang yang untuk beli motor duitnya darimana,” tambahnya.

Menurut KS, sebelum pembunuhan terjadi, korban dan pelaku baru pulang dari ladang bersama menanam jahe, lalu pulang dan makan.

“Saat korban makan, lalu pelaku menebas leher korban menggunakan golok. Setelah itu, kepala korban diantar ke rumah kakaknya dan kakaknya terus lari ke rumah orang tuanya,” ujarnya.

Baca Juga:  Berikan Rasa Aman, Polsek Banjar Agung Gelar K2YD

KS memastikan bahwa saat ini pelaku sudah diborgol dan dibawa petugas, namun tidak ada aksi massa sebab warga tau jika korban mengalami ganguan jiwa.

“Rame disini, tapi enggak ada aksi massa sebab disini tau anak itu gangguan jiwa, korban sekarang sudah dimakamkan,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek  Kalirejo, AKP Edi Suhendra saat dihubungi media ini, membenarkan kejadian pembunuhan  tersebut, namun ia enggan untuk memberikan informasi.

“Kalo untuk informasi silakan hubungi pak Kapolres saja ya,” pungkasnya. (Mon/Red)