Beranda Daerah Lampung Bupati Way Kanan Hadiri Ngaben Masal di Kampung Bali Shadar

Bupati Way Kanan Hadiri Ngaben Masal di Kampung Bali Shadar

206
Ist

Suaratrans, WAY KANAN – Masyarakat Kampung Bali Shadar Selatan melaksanakan upacara Ngaben Masal di Kampung Bali Shadar, Kecamata Banjit, Kabupaten Way Kanan, Rabu (04/09/2019).

Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya yang ikut hadir langsung dalam uapara Ngaben masal di Kampung Bali Shadar menyampaikan bahwa, kegiatan semacam ini disambutnya dengan baik dan sangat mengapresiasi atas semangat masyarakat umat hindu Kampung Bali Shadar Selatan dalam melaksanakan Ngaben masal, yang memuat nilai-nilai religi yang sangat bermakna bagi kehidupan, termasuk nilai kebersamaan dan kegotong-royongan.

“Pelaksanaan Ngaben Masal ini tentunya akan lebih baik dari pada dilaksanakan sendiri-sendiri, yang akan mengeluarkan biaya yang sangat besar dan tenaga sangat banyak. Ngaben masal juga memuat satu nilai penting lainnya, yakni menumbuhkan semangat silaturahmi baik antar sesama umat hindu, maupun masyarakat dan pemerintah,” katanya.

Baca Juga:  Nanang Tinjau Lokasi Longsor di Bakauheni

Lebih lanjut Ia juga mengatakan, bahwa ruang seperti ini penting dan sangat strategis, selain bisa bertatap muka, dapat pula menjadi ajang sumbang saran, masukan dalam keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Way Kanan.

“Untuk itu Saya berharap agar upacara seperti ini harus terus dipelihara dan dipertahankan sehingga dapat menambah khasanah kebudayaan dalam membangun daerah kita. Perlu di ketahui Kabupaten Way Kanan dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku bangsa, Disamping penduduk asli Lampung Way Kanan, ada juga Suku Ogan, Semendo, Bali, jawa, Batak, Sunda dan sebagainya, Dengan beragam suku bangsa itu, tentunya mempunyai adat istiadat dan agama berbeda, kendati demikian hampir tidak pernah terjadi perselisihan.” Kata Adipati.

Baca Juga:  Finalis Muli Meghanai Pringsewu Ikuti Pembekalan

Adipati pun mengajak khususnya masyarakat Kabupaten Way Kanan untuk terus Memupuk sikap toleransi dalam kebhinekaan yang sudah ada perlu terus ditingkatkan dan dilaksanakan untuk mencari titik persamaan bukan mencari perbedaan-perbadaaan yang mengarah kepada perpecahan.

“Adanya perbedaan paham keagamaan tersebut jangan dijadikan konflik sebab ajaran agama adalah persoalan keyakinan yang tidak dapat dipaksakan dan merupakan hak mutlak yang harus dihargai dan dihormati, karena agama apa pun mengajarkan untuk hidup rukun di antara sesama manusia walaupun berbeda keyakinan.” Tutupnya. (YULIANTO/MS)