Beranda Daerah Dirjen Pehubungan Laut Evakuasi Jenaza Abk Asal Indonesia

Dirjen Pehubungan Laut Evakuasi Jenaza Abk Asal Indonesia

146

Batam,(suaratrans.com) – KEPRI Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Uban telah melakukan evakuasi jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Kapal berbendera Cina yakni Kapal Taihong 6, di perairan Batu Ampar, Batam, Rabu (21/7/2021).

Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban Capt. Handry Sulfian mengungkapkan di Hari Raya Idul Adha pihaknya mendapat tembusan Surat dari Kementerian Luar Negeri perihal Permohonan bantuan repatriasi Jenazah ABK WNI a.n. Riki Ansiah Samosir melalui Jalur laut ke Batam.

“Kemudian kami berkoordinasi dengan Basarnas Pusat dan Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad, terkait evakuasi jenazah ABK kapal berkebangsaan WNI tersebut,” ungkapnya, Kamis (22/7/2021).

Baca Juga:  Gelar Rapat Paripurna, DPRD Lampung Setujui LPJ APBD Lampung 2021

Atas instruksi Direktur KPLP, pihaknya langsung berkoordinasi dan bersinergi dengan instansi terkait di Kepulauan Riau.

Dalam proses evakuasi, Kepala Subsie Operasi diperintahkan langsung untuk mengerahkan kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 beserta kru untuk menuju lokasi penjemputan jenazah di Perairan Batu Ampar.

Kemenhub Terbitkan Maklumat Pelayaran
Pada pukul 18.30 WIB, kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 WD di lambung kiri Kapal Taixiang 6 pada posisi 01 10. 381 N/103 58.838 E dan melakukan proses Evakuasi jenazah Ke KN. Kalimasadha – P.115 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:  DPRD Lampung Minta Dinas dan Badan Lebih Kreatif Tingkatkan Kinerja  

“Tepat pukul 19.00 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P.115 WA dari kapal Taixiang 6,” lanjut Capt. Handry.

Pukul 19.30 WIB kapal patroli KN. Kalimasadha P. 115 Sandar di Pelabuhan Batu Ampar dan Jenazah dibawa menggunakan Ambulan dari Polresta Barelang untuk ditangani lebih lanjut.

“Kegiatan ini tidak akan berhasil bila tidak ada nya koordinasi yang baik dengan Instansi terkait dilapangan yaitu KSOP Khusus Batam, Polair Baharkam dan Batam, Inafis Polresta Barelang, Karantina, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Basarnas dan Imigrasi,” tutupnya.(*)