Beranda Ekonomi GAPASDAP Bakauheni Menyambut Baik Rencana Kenaikkan Tarif Penyeberangan

GAPASDAP Bakauheni Menyambut Baik Rencana Kenaikkan Tarif Penyeberangan

340
Ketua GAPASDAP Bakauheni, Lampung Selatan Warsa.|Foto: suaratrans/wandi

Sauaratrans, LAMPUNG SELATAN – Rencana kenaikkan tarif penyeberangan antar provinsi oleh pemerintah, di sambut baik oleh Gapasdap Bakauheni, Lampung Selatan.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni Warsa mengatakan, dengan akan di naikkan tariff sebetulnya itu bukan kenaikkan tariff, akan tetapi penyesuaian dari yang sudah ada.

“Karena penyesuaian tariff itu ada tiga tahap, untuk tahap pertama 11 persen, tahap dua 8 persen dan tahap tiga 9 persen. Artinya tarif ini tidak sekaligus 28 persen naik atau di sesuaikan. Karena melaui tiga tahapan,” katanya, Kamis (10/10/2019).

Baca Juga:  Manifest Kapal Ro-Ro Bakauheni, Diduga Melebihi Kapasitas

Dia juga menjelaskan, bahwa penyesuaian tarif yang terakhir kalinya di tahun 2017. Sedangkan untuk biaya operasional kapal satu trip tergantung dengan besarnya Grosston (GT) kapal itu sendiri, kalau kapal itu memiliki 5000 GT, biaya sekali jalan bisa mencapai 7 juta rupiah lebih, dan di akumulasi setiap bulannya berapa trip kapal itu jalan.

“Kalau tidak salah pemerintah menaikkan tarif penyeberangan sekitar 2,5 tahun, setelah itu tidak pernah naik lagi. Untuk saat ini, angkutan penyeberangan, sangatlah sepi. Dan tidak sesuai dengan cos operasional sehari hari. Biaya sparepat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya dok kapal sangat mahal, sekali dok aja mencapai miliaran rupiah,” jelasnya Warsa, kepada suaratrans.com.

Baca Juga:  Warga Dusun Simpang Melungun di Tangkap Polisi

Lebih lanjut Ketua Gapasdap Bakauheni Lampung Selatan Warsa menjelaskan, Karena dari pihak GAPASDAP sebetulnya sangat ingin sesegera mungkin, tariff itu secepatnya di naikan, tinggal menunggu pertemuan sekali lagi untuk menentukan berapa tarif akan naik setiap lintasan.

“Kami masih memandang dan menghargai pemerintah, dengan rencana menaikkan atau menyesuaikan tarif penyeberangan, yang ditakutkan, begitu naiknya tarif menjadi bergejolak,” tutupnya. (WANDI)