Beranda Daerah Lampung Gekhok Balak Mancah Haji Marga Pugung Adalah Warisan Kebudayaan Adat Lampung

Gekhok Balak Mancah Haji Marga Pugung Adalah Warisan Kebudayaan Adat Lampung

1257
Pengantin wanita Lampung Pubian,Selasa (25/6/2019).|Foto: Amiruddin Rachman/suaratrans.com

Suaratrans.com, TANGGAMUS – Begekhok Balak Mancah Haji (Hajat Besar Adat Lampung Pepadun Marga Pugung) di Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus adalah bentuk pelestarian budaya dan adat Lampung Pubian Marga Pugung.

Adat Lampung Pepadun Pubian Telu Suku yang ada di Marga Pugung Batang Akhie Way Tebu Mancah Haji ini merupakan acara kegiatan pernikahan yang jarang sekali dilaksanakan, dan ini merupakan adat istiadat kebudayaan warisan dari nenek moyang Masyarakat Lampung Pubian yang harus di lestarikan keberadaannya.

Gekhok Balak Mancah Haji ini sendiri memiliki makna Nikah Secara Adat Lampung Pepadun, dalam acara adat tersebut diawali dengan penjemputan Kelama-kelama (keluarga besar pengantin) dengan arak-arakan lalu pemberian gelar atau adok bagi pengantin pria dan wanita sebagai bentuk panggilan penghormatan kepada yang baru berumah tangga di adat Lampung Pepadun Marga Pugung.

Baca Juga:  ASDP Cabang Bakauheni, Sudah Memberlakukan Trafik Khusus di Dermaga Eksekutif

Sebelum acara Mancah Haji di laksanakan terlebih dahulu yaitu acara pemberitahuan akan rangkaian acara yang akan dilaksanakan, dan pemberitahuan  kepada ketua adat marga kalau ada  Pukhi Angkon (saudara angkat) yang di umumkan dalam acara Gekhok Balak dan tercatat dalam buku adat Lampung Pepadun, acara Mancah Haji ini merupakan acara inti dari Adat Lampung Pepadun Pubian Telu Suku yang ada di Marga Pugung Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus.

Baca Juga:  Seorang Jurnalis Tidak Boleh Membuat Berita Hoax

Mancah Haji ini sendiri memiliki arti Pernikahan secara Adat Lampung Pepadun, yang dikemas dalam bentuk acara adat resepsi pernikahan dengan kebudayaan masyarakat Lampung Pepadun Marga Pugung Kabupaten Tanggamus, serta memiliki makna yang sakral dalam adat Istiadat dan  kebudayaan masyarakat Lampung Pepadun, Pubian Telu Suku khususnya marga Pugung. “Suatu kehormatan bagi masyarakat Lampung Pepadun, maupun masyarakat Lampung Saibatin yang ada di Provinsi Lampung, jika adat Istiadat dan seni Kebudayaan ini bisa diperkenalkan atau dipertunjukan bukan saja dalam acara Resepsi Pernikahan dan tetapi bisa dipertontonkan dalam acara lainnya,” kata Heri Apriyanto yang bergelar Suntan Bandakh Punyimbang Khulung Mincang, Selasa (25/6/2019). (AMIR)