Beranda Daerah Gerakan Makan 100 Juta Telur PT. Charoen Pokphand di Lampung Selatan

Gerakan Makan 100 Juta Telur PT. Charoen Pokphand di Lampung Selatan

329

SUARATRANS, KALIANDA – PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) luncurkan program Gerakan Makan (Gema) 100 juta telur.

Melalui anak perusahaannya yaitu PT. Central Alvian Pertiwi, program tersebut merupakan program nasional dengan sasaran sekolah tingkat PAUD, TK, SD dan Ponpres.

Perwakilan PT. CAP, Rudi Sanana mengatakan, apa yang dilakukan perusahan yang bergerak dibidang perunggasan itu, guna mendukung program pemerintah yaitu meningkatkan gizi anak Indonesia.

“Ini merupakan progam CSR nasional dengan membagikan 100 juta telur ke anak usia dini di seluruh Indonesia,” ujarnya di TK. Masjid Agung Kalianda, Kamis (26/09/2019).

Baca Juga:  Coca-Cola Europacific Partners Indonesia Menjalankan Program Vaksinasi Gotong Royong di Medan

Dikatakannya, telur merupakan salah satu sumber protein yang besar. Oleh karena itu, dengan membagikan telur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan protein anak sehari-hari.

“Satu orang anak mendapatkan 10 butir telur, disini saja (TK) kita bagikan sekitar 1.400 butir telur. Semoga anak-anak tersebut bisa terpenuhi kebutuhan protein hariannya,” lanjutnya.

Untuk di Lampung Selatan sendiri, pihaknya mencatat ada sekitar 14 PAUD, 3 TK, 4 Ponpres dan 28 SD yang telah dibagikan telur.

“Untuk jumlah kuota telurnya di Lampung Selatan itu sebanyak 92.870 butir. Sudah berjalan mulai hari Senin (23/09) kemarin, terakhir pembagian telurnya hari ini,” pungkasnya.

Baca Juga:  UPTD KPH XIII, Adakan Lomba Durian Lokal Unggul Gunung Rajabasa

Sementara itu, Kepala TK. Masjid Agung Kalianda, Erna Yulis, sangat mengapresiasi program tersebut, karena telur bisa bermanfaat bagi kesehatan dan kecerdasan anak.

“Kami sangat senang dan berterimakasih atas program yang telah dilakukan oleh PT. CPI ini,” katanya.

Dirinya juga berharap, semoga program seperti ini dapat terus berlanjut, mengingat anak usia dini sangat membutuhkan asupan protein yang banyak.

“Karena tidak semua murid disini (TK) kemampuan ekonominya sama. Bantuan seperti inilah yang sangat dibutuhkan untuk perbaikan gizi mereka,” pungkasnya. (BE)