Beranda Daerah Lampung LSM Patriot Indonesia Way Kanan menyoroti Proyek APBD Provinsi Lampung

LSM Patriot Indonesia Way Kanan menyoroti Proyek APBD Provinsi Lampung

497
Foto: Istimewa

Suaratrans, WAY KANAN – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Patriot Indonesia Way Kanan menyoroti Proyek dari Anggaran Pendapatan Daerah (APBD) Provinsi Lampung, yang di tabsir 27 milyar lebih diduga bermasalah.

Ketua LSM Patriot Indonesia (PI) Sarnubi mengatakan, proyek pembangunan jalan rigid beton yang dilaksanakan oleh dua PT yang berbeda diantaranya, PT. Segitiga Permai Perkasa (SPP) paket peningkatan jalan ruas Blambngan Umpu-Sri Rejeki dengan nilai paket Rp.11.100.850.000, diduga tidak sesuai spek dan adanya kejanggalan.

“Kami melihat ada kejanggalan, pertama tidak dipasang papan plang informasi pekerjaan peningkatan jalan rusa Blambngan Umpu-Sri Rejeki yang sedang dikerjakan itu, papan plang bukannya di pasang di lokasi kerja, malah papan plang di simpan di beskem tempat mereka menginap,” katanya, Selasa (2/10/2019).

sedangkan untuk proyek pembagunan ruas jalan Sri Rejeki-Pakuan dengan nilai paket Rp.16.587.210.000, yang dikerjakan oleh PT. Indoteknik Prima Solusi, plangnya dipasang, dan untuk PT. Segitiga Permai Perkasa (SPP) plang namanya tidak di pasang.

Baca Juga:  Warga Labuhan Permai dan Bhabinkamtibmas Bangun Jembatan Darurat

“Untuk papan plang pun tidak ada penjelasan pajang volume dan lebar volume, ini jelas adanya kenjangalan. Apa lagi, ini nama PT-nya yang beda, tapi yang mengerjakan tetap satu. Selain itu, tim pelaksana atau penangung jawab di kerjaan ini tidak pernah ada di lokasi, yang ada cuma pengaman dari oknum Brimob dan pekerjaan,” jelasnya.

Sarnubi melanjutkan, pekerjaan rigid beton di duga tidak sesuai dengan spek di mana untuk penyebaran sabes B-nya tidak di padatkan dengan vibro, hanya mengunakan eksavator.

“Landas rigid yang mereka kerjakan benar mengunaka Bes B, tapi tidak mengunakan vibro, seharusnya selesai di taburkan abu batu, selanjutnya di padatkan dengan vibro, supaya tanah itu tetap terjaga dan tetap kokoh, mana yang labil tidak labil lagi, itu gunanya makai vibro. Tapi ini malah makai eksavator mengakibatkan tanah tetap labil.

Baca Juga:  Nanang Meminta Kepada Pihak Kecamatan Bakauheni Untuk Menyediakan Tempat Sampah

“Saya sudah beberapa kali kesini tapi tidak pernah menemukan tim pelaksana atau penangung jawab proyek yang menelan anggaran Rp.27 miliar lebih ini pernah ada di lokasi,” ujarnya.

Saat di temui Quality Control PT Segitiga Permai Perkasa Gunawan mengatakan, tidak tahu dan mengerti kualitas barang yang di gunakan, dan untuk ukuran besi juga tidak tahu, berapa ukuran besi yang di gunakan.

“Kalau soal itu, saya tidak tau pak, kenapa tidak dipasang di lokasi, saya juga tidak tau berapa ukuran bensinya pak yang dipakai,” katanya. (YULIANTO/MS)