Lampung

Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami Melibatkan 400 Personel

SUARATRANS.COM, LAMPUNG SELATAN – Simulasi “gempa bumi dan tsunami” yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan dengan melibatkan 400 (empat ratus) personel, dipusatkan di lokasi Wisata Kuliner Dermaga TPI Bom Kalianda, selasa (6/11/2018).

Dalam simulasi tersebut, yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kabupaten Lampung Selatan,  dimaksudkan untuk mengantisipasi, memberikan pembelajaran kepada masyarakat bagaimana caranya menyelamatkan diri, dan memberikan pertolongan bagi para korban ketika bencana terjadi, sehingga dapat meminimalisasi jumlah korban yang terdampak akibat bencana, mengingat Lampung Selatan merupakan daerah yang rawan terhadap bencana.

Plt. Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, dan menurutnya,  simulasi ini dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kerawanan dan ancaman terjadinya bencana.

Baca Juga:  Tangisan Warga Pulau Sebesi Minta Untuk Dievakuasi

“Antisipasi bencana dini dalam bentuk simulasi bencana seperti ini menjadi arti penting bagi kita, sebab, berbicara bencana, tentu kita tidak bisa luput dariNYa. Dan disisi lain, juga tidak berharap bencana datang dalam kehidupan kita.  Tentunya bencana itu tidak kita inginkan, akan tetapi, segala kemungkinan, kita harus tau dan faham bagaimana tatacara penanggulangan bencana. Sehingga jika benar-benar terjadi bencana, kita telah siap, dan tidak panik untuk bagaimana kita menyelamatkan diri,” katanya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Mirza : Nilai Pancasila Perlu Diaplikasikan Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

“Simulasi ini juga diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat siaga dan tanggap dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang datang,” tambah Nanang.

Sementara, Direktur Penanggulangan Bencana Kemendagri, Alfius Dailani mengapresiasi Pemkab. Lamsel yang telah menyelenggarakan simulasi gempa bumi dan tsunami.

“Negara harus hadir ketika masyarakat terkena musibah. Pemerintah harus berada di depan ketika ada bencana. Negara punya kewajiban untuk melindungi bangsa dan negara serta seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Dailani. (KMF/WANDI)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button