Beranda Berita Media Global SMSI Dorong Bapenda Tuba Genjot Pajak Hotel Dan Hiburan Malam

SMSI Dorong Bapenda Tuba Genjot Pajak Hotel Dan Hiburan Malam

91

Tulangbawang,(Suartrans.com) – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Dorong Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tulangbawang (Bapenda Kab.Tuba) untuk meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal dari pajak hotel dan tempat hiburan.

Dedi Darmawan menerangkan bahwa sepanjang masa pandemi covid-19 dan PPKM, tempat hiburan di Tulangbawang beroperasi normal, seperti biasa.

“Saya mengecek dan turun bersama team SMSI, pengunjung atau tamu ditempat hiburan dan hotel tersebut selama pandemi ini tetap ramai. Tidak sepi atau lengang. Kamar hotel pun banyak terisi dan tempat hiburan tetap ramai, tidak kosong,”terangnya.

Smsi Dukung Pajak Pemkab Tuba

Untuk itu dirinya berharap, pihak pengelola hotel dan tempat hiburan dapat kooperatif dan konsisten dalam membayar pajak. Jangan sampai memanipulasi data atau mengaku sepi pengunjung dan mengaku tidak ada tamu.

Baca Juga:  Agung Seganti Dipastikan Kembali Perkuat Tim Raksasa Proliga JPP

“Coba cek dan buktikan. Bila perlu tongkrongin, lihat dan pantau tiap hari. Agar jelas dan ada pembuktiannya,” ucapnya.

Terpisah dari itu Kepala Bapenda Tulangbawang, Ferly Yuledi, saat dikonfirmasi Tim SMSI mengatakan, tempat hiburan dan hotel menjadi salah satu potensi PAD yang musti digarap secara maksimal pada tahun 2021 ini.

“PAD dari kedua sektor itu masih rendah terhitung September 2021. Ini masih jauh dari target. Nantinya akan kami genjot hingga mencapai target,”terang Kepala Bapenda Tuba diruang kerjanya, Rabu (1/9/2021).

Baca Juga:  43 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Lampung Selatan Sepanjang Tahun 2020

Ferly merincikan, target PAD sektor hotel tahun 2021 sebesar Rp100.000.000 sudah terealisasi Rp76.953.326.00 (76,98%) sedangkan target PAD hiburan Rp54.420.846.00 terealisasi Rp5.375.000.00 (9,88%).

Dimasa pandemi covid-19 ini, target PAD sektor hotel dan hiburan sulit untuk terealisasi 100%. Sebab, kedua sektor itu terjadi penurunan omset atau penurunan pengunjung, yang berdampak pada menurunnya penghasilan.

“Kami maklumlah, tahun 2021 ini kondisi pandemi covid-19. Penghasilan mereka turun. Itu juga berpengaruh pada target PAD nya. Tapi kedepan akan kita genjot lagi”tutupnya.(Red/Rilis)