Beranda Politik Suherman: Melanggar AD/ART dan Menghalangi Musda III Akan Diberikan Sanksi Tegas

Suherman: Melanggar AD/ART dan Menghalangi Musda III Akan Diberikan Sanksi Tegas

570
Ketua DPD II Golkar Pringsewu, Suherman (Pakaian Safari), Ketua AMPG Pringsewu, Ahmat Muslim (Baju Kuning
PRINGSEWU (Suaratrans.com) – Akhir-akhir ini banyak kabar beredar tentang penolakan sejumlah PK dan PD terhadap Suherman selaku ketua DPD II Partai Golkar Pringsewu.
Isu penolakan itupun semakin menghangat, apalagi menjelang Musda III Partai Golkar setempat yang hingga saat ini tak kunjung juga berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Suherman langsung angkat bicara. Menurutnya, mengenai penolakan itu, dirinya sempat terkejut mendengar ada sejumlah PK dan juga Pimdes yang menolak dirinya sebagai ketua DPD II Golkar Pringsewu.
“Saya kaget dengan adanya penolakan dari PK dan Pimdes terhadap diri saya, dikatakan bahwa adanya 7 PK dan 101 Pimdes siap mundur,” katanya saat konfrensi pers di Sekretariat Partai Golkar Pringsewu.
Dirinya menegaskan, bagi siapa saja yang melanggar AD-ART ataupun membuat gaduh dan mencoba menghalangi berlangsungnya Musda akan ditindak dan diberikan sanksi tegas.
“Golkar ini partai besar bukan partai yang disetir oleh orang ketiga. Partai Golkar mengedepankan asas musyawarah dan mufakat bukan koar-koar dimedia, karena kita patuh instruksi pimpinan dan berpedoman pada AD-ART terkait mereka menolak atau mendukung saya itu hak mereka karena ini demokrasi,” terangnya.
Ditempat yang sama, Ketua AMPG Ahmat Muslim, menjelaskan bahwa dirinya telah mendapat mandat lansung dari rekan-rekan panitia Musda III Partai Golkar, agar tetap menjaga kondusifitas partai Golkar menjelang acara Musda III.
“Karena ditenggarai dan diduga kuat adanya oknum luar partai masuk mempengaruhi kader-kader mencari dukungan untuk salah satu calon,” ujarnya.
Saat disinggung terkait apakah sudah dilakukan pemanggilan terhadap ketua PK, dirinya menjelaskan bahwa secepatnya akan dilakukan pemanggilan untuk dilakukan klarifikasi dan diberikan sanksi tegas.
“Karena partai Golkar ini partai besar dan modern yang hanya tunduk pada AD-ART dan kebijakan partai dan Musda harus tetap berjalan Golkar tidak boleh kalah dengan oknum-oknum tidak jelas atau penumpang gelap yang mengobok-obok partai Golkar yang akhirnya membuat suasana tidak kondusif,” lanjutnya
Dirinya juga menambahkan, siapa saja nanti yang akan terpilih menjadi Pimpinan Partai Golkar, yang jelas harus bersih dan tidak tersangkut kasus hukum.
“Kami berharap kepada rekan rekan TNI dan Polri untuk menindak tegas jika pada saatnya nanti ada hal hal yang merugikan masyarakat dan mengganggu ketentraman kami kedamaian kami pada saat pelaksanaan Musda nanti,” pungkasnya. (Mat)