Beranda Daerah Lampung Warga Desa Budi Aji Menggelar Aksi Damai di Lokasi Kandang Ayam Potong

Warga Desa Budi Aji Menggelar Aksi Damai di Lokasi Kandang Ayam Potong

821
Foto: istimewa

Suaratrans.com, MESUJI – Puluhan warga Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, menggelar aksi unjuk rasa di lokasi kandang ayam potong yang berlokasi di desa setempat, Jumat Sore (31/5/2019).

Dalam aksinya, warga memprotes  keberadaan dan aktivitas kandang ayam tersebut. Sebab, selain menyebabkan bau tak sedap  warga juga mengaku resah, karena kerap bermunculan lalat di sekitar kandang ayam dan di lingkungan pemukiman warga.

Suheri, Korlap aksi mengatakan, keberadaan dan aktivitas kandang ayam potong di desanya itu sudah mencemari lingkungan permukiman warga.

Baca Juga:  Pemkab Tanggamus dan UIN Yogyakarta, Menandatangani Perjanjian Kerjasama

Menurutnya, keberadaan kandang ayam menyebabkan bau tak sedap dan menimbulkan banyak lalat.

“Iya, akibat adanya kandang ayam menimbulkan bau dan banyak lalat, hal tersebut menjadi tidak nyaman,” ujar Suheri.

Suheri juga menjelaskan, bahwa warga yang berdekatan dilokasi merasa tidak nyaman, dikhawatirkan lalat itu membawa wabah penyakit dan mengganggu kesehatan warga, apalagi harga kesehatan mahal harganya.

“Oleh karena itu lanjut Suheri, pihak pemilik selaku pengusaha agar bertanggungjawab atas dampak yang ditimbulkan dan Pemerintah daerah harus bertindak tegas apabila peternakan tersebut terbukti ilegal,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Money Politik, Caleg PKB Dapil 1 Mesuji di Laporkan Ke Bawaslu

Sementara, Khairul Anam Mewakili Sumari Warga Desa Mukti karya Kecamatan Panca kaya, pemilik kandang ayam saat dilakukan mediasi yang dihadiri perwakilan dari warga, Kades, anggota Polsek dan Koramil Simpang Pematang, di kantor Desa Budi Aji, Kecamatan Simpang Pematang, menyampaikan permohonan maaf dan membuat kesepakatan tidak mengisi kandang ayam selama proses evaluasi surat perizinan. “Kami mohon maaf, dan kami tidak akan mengisi kandang ayam selama proses surat perizinannya keluar.” Tutupnya. (KOWOR)