Beranda Daerah Lampung Winarti Dianggap Tidak Mampu Memimpin dan Mengawal Program Pemerintahan Jokowi

Winarti Dianggap Tidak Mampu Memimpin dan Mengawal Program Pemerintahan Jokowi

538
AA. Syofandi mantan Wakil Bupati dan jg mantan Anggota DPRD Tuba, selasa (30/7/2019).|Foto: Toni Wahyudi/suaratrans.com

Suaratrans.com, TULANGBAWANG – Kemelut yang terjadi antara Bupati Tulangbawang Hj. Winarti SE. MH, dengan rekanan kontraktor, membuat AA. Syofandi selaku tokoh masyarakat yang juga mantan wakil bupati dan anggota DPRD Tuba turut menyatakan pendapatnya.

Saat dikonfirmasi oleh Suaratrans.com, Selasa (30/7/2019) AA. Syofandi mengatakan, dasar verifikasi yang menjadi acuan bahwa, kontraktor Tuba dinilai tidak mampu, tidak siap menerima tender besar dan tidak profesional, yang dinyatakan oleh bupati itu apa? Apakah ada standarisasi maupun barometernya?.

“Coba jelaskan, jadi jangan asal bicara saja, tanpa memikirkan efek dan akibatnya. Karna kemampuan mengakses internet disetiap daerah itu sangat berbeda-beda sekali, sehingganya dapat mempengaruhi juga,” katanya.

Baca Juga:  Kejari Lamsel Optimis Raih WBK dan WBBM 2021

Ketika disinggung mengenai anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), yang tidak terserap dan akan dipulangkan kembali kepemerintah pusat, Syofandi mengatakan, Bupati Tuba Hj. Winarti, SE. MH. Harus berpikir ulang kembali.

“Efeknya beberapa tahun kedepan, Kabupaten Tuba tidak akan menerima bantuan DAK, karena Tuba dianggap tidak mampu untuk melaksanakan program pemerintahan Jokowi. Dan itu sangat merugikan sekali, tidak hanya pemerintahan kabupaten Tuba, akan tetapi juga masyarakatnya. Jadi wajar saja kalau masyarakat menilai kepemimpinan Bupati Winarti ini gagal total dalam mengemban amanat rakyat,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemdes Adi Mulyo Gelar Musdes Khusus  BLT-DD Tahun 2022  

Ia juga beranggapan, Winarti tidak punya kemampuan dalam memimpin dan mengawal program pemerintahan Jokowi yang selalu digembar gemborkannya.

“Semua hanya isapan jempol belaka demi pencitraan pribadinya. Dampak dari ini semua, maka pembangunan dan roda perekonomian masyarakat akan merosot tajam serta tertinggal dari kabupaten lainnya, “tutup Syofandi. (TONI)