Beranda Ekonomi Yustian: Sebuah Destinasi Wisata Dapat Bertahan Karena SDM-nya

Yustian: Sebuah Destinasi Wisata Dapat Bertahan Karena SDM-nya

213
Foto: istimewa

Suaratrans.com, WAY KANAN – Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Way Kanan Yustian Umri Sangon menghimbau, kepada pengelola objek wisata agar bisa memberikan kontinuitas semangat pengelola wisata dan menjaga aset yang sudah dikenal sesuai dengan kaidah Sapta Pesona, Sapta pesona merupakan sebutan bagi 7 unsur pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata di indonesia. Sapta Pesona terdiri dari Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah dan Kenangan.

“Destinasi wisata itu harus terjaga keamanannya, tertib dan teratur, lingkungan harus bersih, sejuk ya.. harus sejuk hati dan pikiran, indah dilihat, masyarakatnya harus ramah, Kita berharap masyarakat bisa memahami itu, sehingga wisatawan lokal maupun mancanegara bisa datang berkunjung,” jelasnya

Baca Juga:  Kodim 0426 Laksanakan Pemutaran Film Dokumenter Untuk Siswa SMA/Sederajat

Yustian menerangkan, para penggiat wisata terutama masyarakat yang tinggal di daerah destinasi wisata harus menerapkan Sapta Pesona jika ingin menciptakan destinasi wisata yang layak dikunjungi.

“Sebuah destinasi dapat bertahan karena SDM-nya, sehebat apapun konten dan daya tarik wisata jika SDM tidak menjaganya sesuai dengan Sapta Pesona maka tidak akan bertahan lama,” tambah Yustian.

Baca Juga:  Pemilik Rumah Makan Penyedia Judi Jackpot Dingdong Diamankan Polisi

Namun demikian Kepala Dinas yang baru dilantik Bulan April tersebut bangga dan mengapresiasi kepada penggian pariwisata yang saat ini telah perlahan membaik, itu terlihat beberapa objek wisata di kekola dengan baik oleh pemilik seperti telah bentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dimana pokdarwisnya melibatkan pemuda setempat.

“saya bangga kepada beberapa pengelola objek wisata yang melibatkan pemuda dalam pengelolaan objek wisatanya, karna ini secara tidak langsung memberikan peluang bagi pemuda setempat untuk berbuat untuk kemajuan kampungnya dan sekaligus meminimalisir agar mereka tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum”. Tutupnya. (RCH)